Friday, May 06, 2005

SEMIOTIKA RAJATEGA

Saya pribadi tertarik sekali dengan lirik lagu ini, "Semiotika Rajatega". Sebuah lagu yang dimasukkan dalam EP, "Prosa Tanpa Tuhan", oleh sebuah konspirasi busuk rap underground yang meneriakan rebelitas dan anarki dalam setiap lagunya, yup mereka minta disebut namanya, Homicide.

Untuk sebuah urusan ideologi nyerempet kekiri, mereka menjadi sebuah identitas lokal kelas urban yang mencuri perhatian. Tetapi secara keseluruhan, mereka menceritakan akan pentingnya determinasi kaum sipil independen menghantam pemerintah, dengan mengubah botol coca cola menjadi molotov dan mengacungkan jari tengah dengan kostum gerilayawan intifadah kearah rombongan aparat yang menghadang sebuah demo.

Memadukan Boombox, scratch pada piringan hitam, dengan hip hop keras old skool layaknya Public Enemy, Run DMC dan gemuruh Napalm Death, yang pasti militan, keras dan kasar.

------------------------------------------------------------------
SEMIOTIKA RAJATEGA
------------------------------------------------------------------
MC hari ini lebih banyak memakai topeng dari Zapatista / hampir sulit membedakan antara bacot patriot dan miskin logika / bicara tentang skill dan kompetisi, mengobral sompral / jatuh setelah berkoar, lari dengan ujung kontol terbakar / MC butuh federasi dan breakbeats berdasi / untuk sekantung wacana basi dan eksistensi / MC Tampon, mencoba membuat mall menjadi Saigon / amunisi tanpa kanon, mucikari martir yang gagal mencari bondon / sarat kritik, kosong esensi seperti kotbah kyai Golkar / bongkar essay kacangan lulabi usang pasca makar / gelora manuver rima Kahar Muzakar / tak akan pernah dapat menyentuh beat pembebasan B-Boy Ali Asghar / hiphop chauvinis, kontol kalian bau amis, memang tak akan pernah habis / persis duet Hitler tanpa kumis dan Earth Crisis / krisis identitas, menyebut teman nongkrongnya 'niggaz' / sebut dan diss nama kami, kubuat bacot kalian karam seperti Tampomas / berusaha setengah mati menjadi negasi / berlindung dibelakang pembenaran interpretasi, basa-basi / mengobarkan kebanggaan dengan microphone terseret / tak sabar menunggu saat mo
numental kalian berduet dengan Eurrico Guterrez /

Ternyata rencana invasimu lebih meleset dari konsepsi / dan prediksi partai marxist akan kematian borjuasi / melemparkan invitasi MC pada setiap rima / dan Homicide masih mendominasi sensus kematian populasi akibat rajasinga / MC adalah negara yang membuat kontradiksi tak pernah final / tanpa menifestasi yang sesubstansial gerilyawan maoist di Nepal / lirikal neoliberal, yang memaksa indeks lirikmu turun drastis / dan terlihat lebih dungu dari logika formal, terlalu tipikal / dan masih jauh dibawah horizon minimal / memiliki nasib yang sama dengan PSSI dalam kancah internasional / hadirkan konfrontasi maka MC lari mencari pengacara / dan mengakhiri argumen dengan histeria seperti Yudhistira tanpa hak cipta / jangan berharap unggul dengan skill bualan ala TV Media / yang membuat kau dan Iwa tersungkur dalam satu kriteria
///representasi yang membuatmu nampak seperti fatamorgana / membuat setiap microphone battle berakhir dengan wajah yang sama / persetan dengan persatuan, hiphop hanya memiliki empat unsur / dua mikrofon, kau dan aku, tentukan siapa yang lebih dulu tersungkur /

Memang memuakkan melayani diplomasi scene lawakan / tapi pasti kalian dapatkan jika kalian menginginkan konflik atas nama kebanggaan / bidani bacot murahan tentang imortalitas hiphop seperti liang dubur / pahlawan kesiangan yang membuat lagu lama konservatif keluar liang kubur / karena aku adalah seorang kapiten neraka / mematahkan pedang panjang para lokalis duplikat dan plagiat para Wu-Tang / arwah objek kritik lapuk layak sosialisme ilmiah / kalian ancam kami dengan lulabi akidah / paku dalam bingkai kaca keagungan moralitas, persetan kuantitas / kematian memang identitas yang tak perlu imortalitas / label adalah reduksi, komoditas residu industri / kultural hegemoni, membidani oponen dalam posisi / Prosa pramudya yang bukan Ananta Toer / Mengepal jemari meski dengan batas teritori yang terkubur / / memenej kalbu tanpa retorika Aa Gymnastiar / menembus urat nadi distribusi tanpa harus membuat izinku terdaftar / MC menabur bensin dan tak pernah punya nyali menyalakan korek / membacot dibelakang punggung lebih parah dari CekNRicek


[] MC Yang sama petantang-petenteng
sekarang membawa aikon biz lebih banyak daripada anggota Slank
Kalian para martir hiphop, patriot tai kucing
Yang membela lubang pantat logika dengan darah
Siapkan microphone kalian dan siapkan untuk menutup lubang tai sejarah
dan bagi kalian yang menginterpretasikan lagu ini untuk kalian..
Lebok tah Anjing! []

A respond to whom it may concern. The microphone business as usual. Kalian jual, kami beli, katanya sih gitu.

6 comments:

kéré kêmplu said...

gile bener liriknya...

/ n i k k / said...

modhiyarr sampeyan,
wahay para cecunguk imperialis!

Anonymous said...

wah...
udah sebulan lebih nyari nich wacana.
thx fo' dat...
ini belum seberapa daripada lagunya homicide yang lain...
like "Puritan" or "Altar Ruins"
ada juga album baru mereka yang gak boleh diedarin di Indonesia dan akhirnya sekarang diedarin di Malaysia. Apalagi klo kalian belum tau, lambangnya homicide tuh PKI

her_si warta said...

Liriknya bikin kita ditelanjangi di tempat umum.
Menggelitik juga pas gw seneng ma ni lagu.
Soalnya...pas gw nyampai pada lirik caci maki neo lib gw sadar...
Celana gw levis, T-sirt gw nevada, sepatu gw adidas, rokok gw marlboro, kopi nescafe, sendal nevada juga...
Gimana tuh?

atx said...

testing

atx said...

aliran kiri!!