Wednesday, March 09, 2005

Lambang Sosial lewat Gadget.

Yup!

Apakah saya sekedar curi curi sedikit, untuk menceritakan efek lain dari konsumeritas belaka ?. Jika Mesin dan kecanggihan teknologi di tahun 60 - 70 an adalah simbol masyarakat industri, maka gadget di saat ini merupakan simbol masyarakat post - masa industri, fleksibilitas tataran sosial. Canggih, terkesan remeh temeh tapi penting banget dan melekat dengan kehidupan masyarakat. Tentunya di pakai menunjang sosialitas. Yah, anggap saja Telepon Selular, Kamera Digital mini, PDA dan lainnya, sudah mulai di lekatkan pada transisi dinamika masyarakat modern (walau modern di sini lebih mengarah wilayah eklektik, dan masih patut di pertanyakan).

Image hosted by Photobucket.com

Dalam kenyataan yang lebih penting, gadget ini ternyata telah menjelma menjadi sesuatu yang di definisikan lewat kerja yang kita miliki. Bukan lagi tipe kegunaan, simbol, produk eksklusif tetapi sebuah wahana permainan, yak ..'mainan !'. Ini mengacu pada sinkronisitas akan sebuah aspek fetish.

Tapi ternyata Gadget adalah simbol utama dalam kenyataanya sebagai budaya populer. Lekak lekuk imajinatif tentang kecanduan SMS dan utak atik hal hal keseharian sebagai benda pegangan sehari hari, selain game, mobilitas pekerjaan dan eksplorasi minimalitas sosialisasi. Gadget menampilkan sisi lain dari upaya menyalurkan friksi keseharian dalam bentuk simulasi, 'permainan' dalam wujud benda ringkas daya guna.

Gadget telah menjelma menjadi objek ideologis, hal hal lain di luar sebuah alat yang kerap kali di mainkan dalam kesehariannya. Dalam wujud logika benda yang mengikis logika 'apa yang kita mainkan' menjadi investasi gengsi dan ketergantungan. berbicara tentang handphone, maka ini jelas menjadi wilayah publik, kebutuhan terpenting saat ini. Penyusupan teknologi dalam berkehidupan. Amat sangat bagus namun mulai menjadi sangat gak penting ketika menyusupkan sisi imajiner tentang idealitas gadget dengan statusnya. Ya kalo bisa beli ..lah kalo gak bisa ya mirip miripin ...:P

Akhirnya tarik menarik sisi utilitas dan ideologis bermuara pada suatu kesimpulan. Wahana nyata dari manipulasi abstrak mekanikal benda kecil yang menjadi sosial aktivator kehidupan. Beberapa pihak memanfaatkan aktifitas 'mainan' ini kedalam komoditas industri, yang menjebak konsumer untuk lebih terjerumus dalam cita rasa semu impian manipulatif. Yang penting gaya dongs !!!. Tapi emang keren sih .... Ungkapan cita rasa desain yang berbeda beda tapi satu jua, tujuannya :P

Demi Toutatis ....

Saya sering penasaran dan amat menyukai gadget mini dengan harga maxi ...

(Tapi gue pingin punya iBook gimana dong ? hehehe)

5 comments:

sisil said...

iBook itu bukan gadget coba yaahhhhh. iBook itu necessity. :P

shinta said...

minimac aja tuh... lebih manusiawi harganya. Tapi kurang cute kali ye?! Ga bisa gaya ye?!

Syahrani AR said...

hueheuhe bener2... gadget udah jadi status sosial.. tapi itu di negara berkembang aja sih :p ama negara tidak berkembang :p

kéré kêmplu said...

dulu orang pakai batu akik [sekarang juga masih ada] antara lain juga buat gegayaan. jadi kalau dik yudi mau gegayaan, sambil berharap memetik manfaat fungsional dari segala jenis gadget itu, maka janganlah ragu. jalan terus, dik. apapun yang mudah terlihat oleh orang lain, itu sah buat gegayaan. jangan pedulikan orang sirik. tenan iki, dik. :) :D :P

http://gombal.blogdrive.com/archive/98.html

nb:>> untuk syahrani>> haha! produsen ponsel memang memanjakan pasar asia-pasifik, bahkan peluncuran produk pun kadang lebih dulu di indonesia ketimbang di negeri barat. tahun lalu pendapatan nokia sempat turun karena... penjualan di amerika dan kanada merosot.

wahyudi pratama said...

hehehehe gadget itu di ciptakan nantinya lama lama buat 'nempel' di badan kita . . . .

selain gaya dan keren ....gadget juga id pakai buat macem macem ....yang penting sih hidup gaya ya kan pakde