Tuesday, February 22, 2005

Temporary Work Of Art

Membicarakan karya seni rupa dari seorang Christo adalah fenomenalitas yang di sandarkan pada respon bentuk dan bangunan.

Berikut cuplikan dari karya karya terbarunya, " The Gates", yang di pamerkan selama 16 hari di di Central Park, New York. Karya yang direncanakan dari tahun 1979 dan terealisasi semenjak 2004 akhir dalam proses display dan persiapannya untuk di buka dan di pamerkan dari tanggal 12 Februari sampai 29 Februari 2005.



Bisa di bilang, setelah fenomena karyanya membungkus gedung parlemen di Jerman, Reichstag, maka karya ini merupakan salah satu pencapaian artistik kesekian kalinya.



Selalu, selalu memandang bahwa persoalan bentuk, imaji dan impact karya perupaan yang luar biasa bisa diwujudkan.Inilah yang ditunjukkan oleh Christo, salah satu pilihan wujud artwork yang luar biasa.



selengkapnya >>

(Walau saya percaya, segala permasalahan bentuk serta muatan nilai penyajian dapat di hasilkan mulai dari karya seni sebesar kacang polong sampai setinggi menara petronas pun)

4 comments:

kéré kêmplu said...

saya belum pernah melihat langsung karya christo. cuma melihat dari foto di koran, internet, dan zaman dulu sekali ya dari slides di kantor saya.

christo, bagi saya, menghadirkan sebuah pengalaman visual baru di ruang publik secara sementara.

mungkin pencerapan dan pengalaman setiap orang terhadap gelarannya akan berbeda, meski berada di "galeri" yang sama pada waktu yang sama. baik itu "penonton biasa" maupun fotografer.

ketika sampai kepada pasal foto, saya jadi bingung. pembekuan terhadap moment tampilan karya christo, dengan sudut bidik lensa yang sesuai selera si fotografer, itu mewakili karya christo seutuhnya atau karya si fotografer?

kalau kita akan menikmati karya christo seutuhnya, apakah cukup dengan mengelilingi-meraba-masuk ke dalam karyanya, lalu melihat dari jauh [puncak bukit, heli, dsb], setelah itu melihat maket proyeknya? apakah itu memberikan "keutuhan" -- dan apakah memang perlu?

itu baru karya christo, yang terlihat dan bisa dipegang. bagaimana dengan proyek david barr dulu, bagaimana cara menikmatinya? menggabungkan semua serapan kita dari teks, video, skema koordinat bumi, laporan satelit?

cak doyok bisa kasih pencerahan kepada saya yang awam, dengan selera seperti sutiyoso ini... jangan sungkan lho...
:)

wahyudi pratama said...

Dengan tajuk temporary sebenernya mas Christo udah bicara banyak. Banyak yang bilang spesifikasi dari karya karyanya adalah Environment Art. Sesuatu yang di adakan sebagai perupaan untuk merespon bentuk, wujud dan alam.Dan kebanyakan buku2 tentang environment Art, lebih kearah dokumentasi dan fotografi.

Hal ini tentunya melawan dominasi tajuk " kekal" sebuah karya seni. Dimana ada dimensi harkat bahwa karya seni merupakan sesuatu yang abadi, berupa barang yang dapat hanya di miliki oleh beberapa orang sebagi subjek terdekat dan blabla ..ini bisa di sebut spesifikasi High Art.Ini yang di capai oleh kaum modernis. Dan ketika masuknya pemahaman nilai nilai masyarakat baru yang cenderung instan, ( di tahun 60 an ), populis dan dekat dengan masyarakat maka level jarak high art sudah mulai bias dengan low art. Seni adalah keseharian yang di representasikan menjadi tidak biasa namun dekat dengan masyarakat, kalo gak salah itu kata Theodor Adorno. Dan kebetulan hal seperti ini sudah menjadi biasa ketika seniman yang berkarya dengan metoda ini lebih menekankan proses, perjalanan dan dokumentasi . Sesuatu yang sedikit menolak hasil akhir sebagai solusi wujud kekaryaannya.

Disini karya Christo menjadi sesuatu yang wajib di apresiasikan. Dia dulu pernah bilang bahwa ini adalah sebuah proyek yang melewati proses yang bertele tele seperti birokrasi, sketsa, perencanaan tempat, produksi materi dan lain lainnya yang memakan waktu tahunan !. Dan ketika karyanya muncul di publik selama beberapa hari saja, maka sebenarnya proses perjalanan 70 % karyanya sudah mengarah kesitu. Dan secara keseluruhan inilah karyanya dan itu perlu.

Dengan kata lain kita sudah disuguhi semacam catatan proses berkaryanya. Bisa jadi dia konseptual dan menilik proses sebagai bagian terpenting dari karyanya. Dan itu adalah karya christo, secara keseluruhan.

Dan ingat saja bagaimana seniman Performance Art yang berkarya , pasti membutuhkan momen yang di abadikan sebagai karyanya. Video dalam hal ini. Merekam aktifitas, gerak dan buni yang di hasilkan.

Fotografi, video, sketsa dan catatan birokrasi terhadap pemerintah kota mungkin menjadi bagian menarik dari karyanya. Dan DVD karya karyanya sudah di jual dimana mana salah satunya di MOMA NY :P hihihi bisa kesana kapaan yak

wahh saya gak ngikutin perkembangan karyanya David Barr, dulu saya sempat melihat karya2nya di buku buku, karyanya asik kok, objek di atas di alam terbuka, environment dan sekali lagi ini jadi acuan kalo karya karya ini berakhir dalam sebuah kemasan cecitraan yang nantinya di bukukan, videokan juga ..

soal satelit, wah david barr udah sampe segitu aku baru tahu hehehehehehe

kéré kêmplu said...

terima kasih cak doyok sudarmaji atas pencerahan anda.

salam,
pak timbul

/ n i k k / said...

ah, untungnya saya suka karya2 Christo... walau tidak sedetail yang diulas Yudi. Lagian pemahaman saya terhadap seni sangatlah dangkal dan ndak mutu... maaf saja.