Friday, January 28, 2005

Mengoyak Arus Metanarasi

“ METANARASI ? apaan tuh? Kalo Megang Terasi sama ngulek sambel sih gue paham banget ”

“Saya sempat bingung metanarasi itu apa ?? kok kalimat ini keluar begitu saja ketika usai saya berbincang bincang dengan seorang rekan . . . “

Apaan sih ?

Ternyata gak sesimpel pengertian kedua kalimat yang di sambungkan tersebut.

Metanarasi, istilah ideologis besar dan tematik yang mendominasi kepentingan jaman (?)

Bersumber dari tulisan Dominic Strinati, metanarasi , menjadi istilah yang merujuk pada narasi penting dan besar dalam wilayah peradaban manusia itu sendiri. Sebuah narasi yang linier dan berkesinambungan, di era modern seperti halnya perjalanan seni modern yang terus bergerak maju meninggalkan masa lalu dan memampatkan wilayah gerak kebelakang tanpa merayakan eklektisisme dan revival seperti sekarang, era sekarang.


Mark Ryden, Butcher Bunny, 2003

Bagi beberapa orang yang dekat dengan wilayah literal, metanarasi merupakan kajian ungkap yang terpenting dalam peradaban. Skema pencapaian mitos jaman yang terus berulang dan bagaimana sejarah itu sendiri di paparkan secara random yang mengakibatkan kredibilitasnya berkurang. Penyampaian hal ini di bungkam dan coba di tumbangkan. Persis seperti para pemikir era sekarang yang mencoba membongkar ulang wilayah tatanan ideologis baik dari berbagai macam sektor, ideology, gender, sosial budaya, seni dan pengetahuan yang terus menerus di dekonstruksi.

Metanarasi dalam wilayah posmo yang telah di cerai beraikan dengan sinis dan skeptikal dan membuka celah celah yang dapat di kritik dan di pecah pecah.

Sedangkan metanarasi itu sendiri ?

Kultus terhadap salah satu institusi metanarasi sendiri dapat di patahkan dan dan pertanyakan kepentingannya dalam wilayah masyarakat yang cenderung mutlak dimodernisasikan dan di post-mod-sasikan.

Metanarasi sebagai contoh di wujudkan lewat pemahaman tentang esensi agama, materi, ideology , art dan ilmu pengetahuan sekalipun. Di bongkar ulang dan di cerai beraikan untuknya kebenaran shahih yang pernah di ungkapkan sebagai patokan.


Mark Ryden,(lupa judul,lupa tahun)

Lihat, bagaimana insitusi religi mengalami perubahan lewat media dan bagaimana fungsionalitas agama di gantikan dengan cepatnya dinamika kota besar yang mengakibatkan lahirnya gerakan gerakan baru keagamaan dan di rasa cocok mewakili alam berpikir manusia modern saat ini.Sebuah dualitas yang layak di padukan dengan konvensionalitas dan pemurnian wilayah bathin dengan instanisasi ritus dan ritual agama saat ini.

Dan juga, Ilmu pengetahuan di anggap sebagai jalur singkat menapaki kemajuan., yang akhirnya hal ini di patahkan lewat ragam budaya populer di wilayah setelah modern ini.

Sayangnya menurut beberapa pemikir. . . postmodern itu sendiri,merupakan sebuah bentuk narasi baru yang seakan liar yang lebih jauh sendiri merupakan katarsis kejemuan dari keusangan metanarasi lama yang telah ada. Walau beberapa orang seperti Lyotard,mengemukakak kondisi posmodernisme adalah kondisi ketidakpercayaan sosial atas metanarasi. Sebagai sesuatu yang plastis dan labil, ternyata wilayah ini bergelut dan hidup dengan konflik dan polemik yang terus menerus berkesinambungan.

Ideologis, Wacana gender,marxisme, Kapitalisme, Globalisme, konsumsi budaya populer ..blah blah blah ...

Memperbaharui motif hasrat, soal, seksual, nasib, mistik, kognitif, merupakan tugas utama dari salah satu narasi baru ini yang coba di kombinasikan dengan nilai nilai lama. Nilai nilai baru yang merupakan perpaduan akan hal ini sendiri.

ternyata metanarasi di hancurkan sendiri oleh penilaian dan pemikiran kaum kaum sekelilingnya. Dan menggantikan dengan narasi baru yang sebenarnya berasal dari hal ayang lama tersebut. Dan kedahsyatan dari hal ini yang mengakibatkan nilai nilai yang bersifat teka teki, eklektis dan campur aduk-an elemen elemen metanarasi lama .

Tapi sekali lagi ini adalah poin penilaian Barat terhadap sekelilingnya. Sudut pandang dan dinamika dalam melakukan klaim di anggap universal. Narasi besar dari barat di anggap berlaku di Timur, (sudut pandang penilaian terhadap Orientalisme)secara keseluruhan tentunya.

Saya mendadak jadi mikir ..kita punya dan sedang menjalani gak sih ??

5 comments:

kéré kêmplu said...

wah, mumet aku. ora mudheng. tapi kalo ada ruko nganggur, gratis, bisa buat jualan bubur kacang ijo dan dikasih papan nama "pusat studi oksidentalisme". setuju? mau gabung? :)

nona cyan said...

begitulah kalo orang terinspirasi sama saya Oom,suka gak "right in the head". Metanarasi,tetangganya metanoia,metametika,metalllica...

wahyudi pratama said...

wahhhhh mau kayaknya asyikkk ngalor ngidul bikin mumet

uletbulu said...

waduuuhhh lukisannya mark Ryden
asik banget tuh surealis gitu ya..tapi suka bikin bingung sama maksudnya.

anyway,
blognya bagus bgt. bakal sering main2 kesini nih..

uletbulunaikdaun.blogspot.com

wahyudi pratama said...

iyaaaa thks :)